Langsung ke konten utama

System On - Off Pengasuh Wisma

Foto: Apel Wira A

Jurnal    :               System On - Off Pengasuh Wisma

Penulis :               Marinus Moy Yumai

A.      Masalah

Melalui pengamatan  saya di kampus Institut pemerintahan dalam negeri Jatinangor pada satuan praja putra, ditemukan masalah pada kebiasaan yang menjadi perilaku praja yang melanggar peraturan menteri dalam negeri Republik Indosesia Nomor 63 Tahun 2015 Tentang Pedoman Tata Kehidupan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Adapun kriteria jenis pelanggaran yang diatur terdiri dari Pelanggaran disiplin ringan, Pelanggaran disiplin sedang dan Pelanggaran disiplin berat.

Perilaku menyimpang adalah perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat. Ada suatu masalah perilaku menyimpang pada praja putra yang sampai saat ini masi ada perilaku penyimpangan praja yang tidak sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri, yakni:

1.            Praja Merokok

2.            Praja Merembes

3.            Praja Bermain gadget

B.      Rumusan

1.                  Bagaimana praja melakukan hal negatif, berupa merokok, merembes, dan bermain gadget tidak sesuai keperuntukannya ?

2.                  Bagaimana Praja mempelajari jam jam kunjungan pengasuh ke wisma ?

3.                  Bagaimana system on- off pengasuh wisma

C.      Mengunakan Metode Kualitatif

Metode kualitatif lebih mengutamakan pengamatan fenomena dan lebih meneliti ke subtansi makna dari fenomena tersebut. Analisis dan ketajaman penelitian kualitatif sangat terpengaruh pada kekuatan kata dan kalimat yang digunakan.

D.      Problem Solfing

1.         Saat ini kita memerlukan pendidikan karakter untuk membina anak bangsa agar menjadi manusia seutuhnya, diantaranya melalui pengasuhan, makna dan tujuan hidup melalui hubungannya dengan masyarakat, lingkungan alam dan nilai nilai sriritual. Pembinaan karakter peserta didik yang mengarah pada penguatan dan pengembangan perilaku manusia secara utuh  yang di dasarkan pada suatu nilai tertentu yang di rujuk oleh sekolah kedinasan yakni Institut Pemerintahan Dalam Negeri. maka di upayakan strukturisasi keseimbangan antara dunia lahiriah dan dunia batiniah atau keseimbangan perilaku jasmania dan perilaku rohani.

 

2.         Setiap kegiatan praja diatur dalam ketentuan Peraturan Menteri Dalam Negeri Republik Indosesia Nomor 63 Tahun 2015 Tentang Pedoman Tata Kehidupan Praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri. Team paskal adalah kelompok praja yang melakukan pelanggaran /penyimpangan perilaku yang dibina dan didik secara materi maupun permbentukan perilaku agar mendapat efek jerah untuk merubah diri secara jasmani dan rohani. Perilaku penyimpangan Praja Merokok, Merembes Dan Bermain Gadget Tanpa disadari praja telah melanggar ketentuan yang berlaku sesuai dengan peraturan menteri dalam negeri. Hal ini disebabkan oleh tidak konsistennya pengasuh wisma yang datang pada saat apel pagi/malam untuk mengawasih praja. Kemudian pengasuh lebih banyak menghabiskan waktu di posko kecil untuk standby dibandingkan dengan standby di wisma. Disaat yang sama Pengasuh wisma kalau berhalangan hadir pengasuh sering kontroling atau pemantauan praja melalui dokumentasi yang dikirim oleh ketua wisma atau danton wisma.

A.     Adapun kriteria jenis pelanggaran yang seringkali dilakukan praja disetiap jam kosong praja, yakni:

a.         Pelanggaran disiplin ringan

BAB XI pasal 20 huruf b, Yakni:

Membeli, membawah, dan menyimpan makanan dan minuman selain air mineral di kelas dan diwisma Pelanggaran disiplin ringan

Kriteria Pelanggaran disiplin sedang

BAB XI pasal 20 huruf b, yakni:

Membeli, membawa, dan menyimpan makanan dan minuman selain air mineral dikelas dan wisma

b.        Pelanggaran disiplin sedang

BAB XI Pasal 21 Huruf F, Yakni:

membeli, menjual, menyimpan, memiliki rokok dan merokok

BAB XI pasal 21 Huruf R, Yakni:

memiliki menyimpan dan atau (mengunakan gadget telepon genggam android ipad tablet ipod kamera dan sejenis nya ) tidak sesuai ketentuan.

 

B.     Membentuk dan membina praja itu tidak semudah membolak balikkan telapak tangan namun ada saran yang dapat saya berikan terhadap pengasuh wisma, Yakni

A.            Sistem on - off pengasuh

a.      Wisma terdiri dari dua lantai, lantai atas dan lantai bawah

b.     Setiap lantai memiliki pengasuh wisma, yakni pengasuh wisma lantai atas dan pengasuh wisma lantai bawah

c.      Pembagian kunjungan pengasuh kewisma dan standby sesuai jadwal

d.     Pengasuh wisma atas Pukul 04.00 s/d 15.00 dan Pukul 15.00 s/d 23.00 pengasuh wisma bawah

B.            Mengawasih, mengarahkan dan mengontrol praja sehingga mengurangi penyimpangan perilaku sehingga menerapkan System On off Pengasuh Yang Standby di wisma

C.            Pukul 04.00 WIB S/D 15.00 WIB

a.         Membangunkan, mengarahkan dan mengawasi praja melaksanakan aerobik pagi

b.         Mengawasi dan mengarahkan pergerakan praja ke menza

c.         Mengawasi pergerakan ke lokasi apel pagi

d.         Mengawasi dan mengarahkan praja ke kelas untuk pelaksanaan kuliah

e.         Mengawasi dan mengarahkan praja muslim pelaksanaan sholat Dzuhur

f.          Mengawasi dan mengarahkan praja ke menza untuk makan siang

g.         Mengawasi, mengarahkan praja untuk melaksanakan pelatihan

d.        Pukul 15.00 WIB s/d 23.00 WIB

h.         Mengawasi dan mengarahkan praja muslim pelaksanaan sholat Azhar

i.          Mengawasi dan mengarahkan praja senam sore

j.          Mengawasi dan mengarahkan praja muslim pelaksanaan sholat Magrib

k.         Mengarahkan praja untuk persiapan makan malam dan apel malam

l.          Mengawasi dan mengarahkan praja muslim pelaksanaan sholat Isya

m.       Mengawasi praja untuk belajar malam

n.         Mengarahkan praja untuk istrahat malam

e.         System off pengasuh setelah pelaksanaan apel pagi pengasuh dan mengisis Berdasarkan analisis saya terkait penerapan system on off pengasuh wisma,

 

E. TEMUAN

1.         Tertip Administrasi wisma

2.         Efektif dalam mengikuti siklus praja yakni, JAR’LAT’SUH

3.         Pengasuh dapat memahami krakter praja secara utuh

4.         Tidak ada kesempatan bagi praja untuk melakukan penyimpangan perilaku didalam       wisma maupun di luar wisma

5.         Wisma dalam keadaan kondisif

6.         Secara otomatis dapat membangun kekeluargaan yang baik antara pengasuh dan praja daftar hadir (elektronik/manual), pengasuh yang off boleh menyesuaikan


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Penghapusan Sistem Noken di Papua dan Penerapan Sistem Demokrasi yang Lebih Inklusif

  Jurnal:  Oleh : Marinus Moy Yumai   Penghapusan Sistem Noken di Papua dan Penerapan Sistem Demokrasi yang Lebih Inklusif Abstrak:   Sistem Noken yang digunakan dalam pemilihan umum di Papua sering kali mendapat kritik karena dianggap tidak transparan dan tidak mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya. Metode ini, yang memiliki akar budaya dalam masyarakat Papua, dinilai telah menimbulkan berbagai masalah terkait hak pilih, manipulasi hasil pemilihan, dan ketidakadilan dalam proses politik. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sistem Noken terhadap demokrasi di Papua, serta mengusulkan pentingnya transisi ke sistem demokrasi yang lebih inklusif dan berbasis pada suara individu. Kata Kunci: Sistem Noken, Demokrasi, Papua, Pemilihan Umum, Transparansi, Keadilan 1. Pendahuluan Papua, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia, memiliki karakteristik budaya dan sosial yang unik. Dalam hal pemilihan umum, sistem Noken digunakan seb...

Transformasi organisasi THS THM menuju fokus pelayanan dan aspek spiritual

Pelayanan dan Spiritual THS Banyak senior THS THM yang meminta agar organisasi THS THM bukan dibina untuk pendekar yg jago beladiri namun menjadi wadah pelayanan, mengayomi dan menjadi spritual pelayanan dengan benar saya ingin mengemukakan pandangan tentang perubahan fokus organisasi THS dan THM menjadi lebih berorientasi pada pelayanan dan aspek spiritual daripada hanya beladiri. Ini adalah konsep yang menarik untuk memperluas peran organisasi tersebut. Banyak senior THS THM yang meminta agar organisasi THS THM bukan dibina untuk pendekar yg jago beladiri namun menjadi wadah pelayanan dan mengayomi menjadi spritual pelayanan dgn benar. Tolong buatkan jurnal... Judul Jurnal: Transformasi Organisasi THS dan THM Menuju Fokus Pelayanan dan Aspek Spiritual. Abstrak: Jurnal ini menggambarkan perubahan yang diusulkan dalam organisasi THS (Tinju Himpunan Setia) dan THM (Tangan Himpunan Merpati) dari pendekar beladiri menjadi wadah pelayanan yang lebih berfokus pada aspek spiritual. T...

Jurnal : Kriteria Keberhasilan Otonomi Khusus (Otsus)

  Jurnal: Oleh : Marinus Moy yumai  Kriteria Keberhasilan Otonomi Khusus (Otsus) di Papua:  Evaluasi Berdasarkan Perspektif Pembangunan Sosial dan Ekonomi Abstrak Otonomi Khusus (Otsus) yang diberikan kepada Provinsi Papua merupakan kebijakan yang bertujuan untuk mempercepat pembangunan, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memperkuat pengakuan terhadap hak-hak budaya dan adat. Namun, keberhasilan pelaksanaan Otsus di Papua tidak dapat dinilai secara tunggal, karena melibatkan berbagai dimensi sosial dan ekonomi yang saling terkait. Jurnal ini membahas kriteria-kriteria utama yang digunakan untuk mengevaluasi keberhasilan Otsus di Papua, yang meliputi pengurangan kemiskinan, peningkatan kesejahteraan masyarakat, pemajuan hak asasi manusia dan hak adat, pembangunan ekonomi berkelanjutan, pemerataan pembangunan, serta pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel. Evaluasi ini bertujuan untuk memberikan gambaran komprehensif mengenai dampak dan efektivitas Otsu...