Pelayanan dan Spiritual THS
Banyak senior THS THM yang meminta agar organisasi THS THM bukan dibina untuk pendekar yg jago beladiri namun menjadi wadah pelayanan, mengayomi dan menjadi spritual pelayanan dengan benar
saya ingin mengemukakan pandangan tentang perubahan fokus organisasi THS dan THM menjadi lebih berorientasi pada pelayanan dan aspek spiritual daripada hanya beladiri. Ini adalah konsep yang menarik untuk memperluas peran organisasi tersebut.
Banyak senior THS THM yang meminta agar organisasi THS THM bukan dibina untuk pendekar yg jago beladiri namun menjadi wadah pelayanan dan mengayomi menjadi spritual pelayanan dgn benar. Tolong buatkan jurnal...
Judul Jurnal: Transformasi Organisasi THS dan THM Menuju Fokus Pelayanan dan Aspek Spiritual.
Abstrak:
Jurnal ini menggambarkan perubahan yang diusulkan dalam organisasi THS (Tinju Himpunan Setia) dan THM (Tangan Himpunan Merpati) dari pendekar beladiri menjadi wadah pelayanan yang lebih berfokus pada aspek spiritual. Tulisan ini menganalisis latar belakang, alasan, dan potensi dampak dari perubahan ini.
Pendahuluan:
Pengenalan mengenai organisasi THS dan THM, sejarah pendekarnya, dan pentingnya mempertimbangkan perubahan fokus untuk meningkatkan pelayanan dan dimensi spiritual.
Latar Belakang:
Penjelasan tentang permintaan senior anggota THS dan THM untuk menggeser fokus dari beladiri menjadi pelayanan dan aspek spiritual. Melibatkan pandangan anggota, pemimpin, dan perubahan tren dalam budaya dan masyarakat.
Ruang Lingkup Transformasi:
Pemaparan mengenai bagaimana transformasi akan mempengaruhi berbagai aspek organisasi, termasuk pelatihan, struktur, tujuan, dan budaya.
Pelayanan dan Mengayomi:
Penjelasan tentang bagaimana organisasi dapat menjadi wadah pelayanan, membantu komunitas, dan menyediakan dukungan bagi anggota serta masyarakat luas.
Dimensi Spiritual:
Analisis tentang pentingnya dimensi spiritual dalam pengembangan diri dan bagaimana organisasi dapat memfasilitasi pertumbuhan spiritual anggotanya.
Dampak dan Manfaat:
Diskusi tentang potensi dampak positif dari perubahan ini, termasuk pertumbuhan anggota, peningkatan citra organisasi, dan kontribusi positif pada masyarakat.
Tantangan dan Kendala:
Pertimbangan tentang tantangan yang mungkin muncul selama proses perubahan, seperti perlawanan terhadap perubahan atau kesulitan mengintegrasikan aspek pelayanan dan spiritual.
Metode Implementasi:
Pendekatan yang diusulkan untuk melaksanakan transformasi ini, termasuk pelatihan, perubahan struktural, pengembangan program pelayanan, dan pendekatan untuk memfasilitasi pertumbuhan spiritual.
Studi Kasus:
Mungkin menyertakan contoh organisasi serupa yang telah sukses dalam melakukan perubahan serupa, jika ada.
Kesimpulan:
Ringkasan dari argumen utama dan potensi manfaat dari perubahan fokus organisasi THS dan THM.
Referensi:
Daftar sumber yang digunakan untuk penelitian dan pendukung dalam penulisan jurnal.
forum: SIDANG NASIONAL KELUARGA BESAR THS THM/MOY/KASAT DARMA/Bogor, 18 Agustus 2023
Jurnal: Oleh : Marinus Moy Yumai Penghapusan Sistem Noken di Papua dan Penerapan Sistem Demokrasi yang Lebih Inklusif Abstrak: Sistem Noken yang digunakan dalam pemilihan umum di Papua sering kali mendapat kritik karena dianggap tidak transparan dan tidak mencerminkan prinsip-prinsip demokrasi yang sesungguhnya. Metode ini, yang memiliki akar budaya dalam masyarakat Papua, dinilai telah menimbulkan berbagai masalah terkait hak pilih, manipulasi hasil pemilihan, dan ketidakadilan dalam proses politik. Artikel ini bertujuan untuk mengeksplorasi dampak sistem Noken terhadap demokrasi di Papua, serta mengusulkan pentingnya transisi ke sistem demokrasi yang lebih inklusif dan berbasis pada suara individu. Kata Kunci: Sistem Noken, Demokrasi, Papua, Pemilihan Umum, Transparansi, Keadilan 1. Pendahuluan Papua, yang merupakan salah satu provinsi di Indonesia, memiliki karakteristik budaya dan sosial yang unik. Dalam hal pemilihan umum, sistem Noken digunakan seb...

Komentar
Posting Komentar