Artikel by: Marinus Moy Yumai Majelis Rakyat Papua (MRP) memegang peran sentral dalam menjaga, melindungi, dan memperjuangkan hak-hak dasar Orang Asli Papua (OAP). Salah satu aspek penting dari identitas OAP adalah marga—sebuah simbol kekerabatan, sejarah, dan warisan budaya yang tidak hanya memiliki nilai sosial, tetapi juga dimensi hukum dan politik yang kuat dalam konteks Otonomi Khusus di Papua. Di tengah perubahan sosial yang cepat, muncul kekhawatiran terhadap praktik pemberian marga kepada pihak non-OAP secara sembarangan. Hal ini bukan sekadar persoalan administratif, tetapi menyentuh jantung eksistensi budaya OAP. Oleh karena itu, MRP perlu bersikap tegas dan konsisten dalam mengatur serta mengawasi pemberian marga ini. Menjaga Keaslian Identitas OAP Marga adalah jati diri. Ia mengikat seseorang pada satu komunitas adat tertentu dan menjadi bagian dari struktur sosial yang diwariskan secara turun-temurun. Ketika marga diberikan kepada non-OAP tanpa melalui mekanisme a...
Strategi Pemberdayaan Masyarakat Orang Asli Papua di Wilayah Adat Meepago, Provinsi Papua Tengah Oleh : Marinus Moy Yumai, Ismail Nurdin, Margaretha Rumbekwan Diterbitkan dalam : Jurnal Scientia , Vol. 13 No. 03 (2024) 🔍 Ringkasan Abstrak Penelitian ini mengkaji strategi pemberdayaan yang diterapkan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung (DPMK) di wilayah adat Meepago, Papua Tengah , dengan menekankan pentingnya kearifan lokal dan penggunaan pendekatan ekosistem dalam konteks Revolusi Industri 4.0 . 🧠 Kerangka Teori Utama Teori Jungho Roh (2018) – Fokus pada peningkatan kinerja pemerintahan. Analisis ASOCA – Alat strategis yang mencakup: Ability (Kemampuan) Strength (Kekuatan) Opportunities (Peluang) Culture (Budaya) Agility (Kelincahan) (Dikembangkan oleh Suradinata, 2014) – Model yang memperkaya strategi pengambilan keputusan dengan memasukkan elemen budaya dan kecerdasan adaptif yang penting dalam menghadapi perubahan lingkungan. ...